FAKULTAS AGAMA ISLAM – JURUSAN TARBIYAH

Standar
TARBIYAH
Tentang Prodi Tarbiyah
Jurusan Tarbiyah atau Pendidikan Agama Islam ini bertujuan mengantarkan mahasiswanya ahli di bidang pendidikan agama Islam dan menjadi pendidik/guru profesional. Untuk itu, mahasiswa dibekali dengan keahlian-keahlian plus untuk menjadi peneliti dan konsultan pendidikan agama, serta manajer/pengelola lembaga pendidikan.
Kegiatan perkuliahan dilengkapi dengan laboratorium micro teaching yang berfungsi membantu Jurusan Tarbiyah dalam memperkuat proses pembelajaran (learning process) dengan menyediakan berbagai pelatihan dan praktikum mahasiswa yang memberdayakan, melakukan pengkajian dan penelitian dalam upaya discovery terhadap teori dan model pembelajaran, serta menerapkan pembelajaran atau ilmu kependidikan Islam (konsep, model, teknologi) di masyarakat sebagai upaya pengabdian kepada masyarakat.

Slogan Jurusan Tarbiyah:

“Menjadi Guru Agama yang Menguasai Teknologi Informasi”

Keunggulan Fakultas Agama Islam UMM
Keunggulan Fakultas Agama Islam UMM terletak pada:
– BahasaArab (bersertifikat setara Diploma-I), selama satu tahun pertama, mahasiswa FAI diwajibkan memperdalam bahasa arab yang diasuh oleh penutur asli dari Mesir dan Arab Saudi.
– Bahasa lnggris (bersertifikat setara Diploma-I), bahasa inggris merupakan bahasa internasional di samping juga bahasa sains. Karena itu, selain bahasa arab, mahasiswa FAI juga ditekankan untuk menguasai bahasa inggris.
– keterampilan internet (bersertifikat)
-Komunikasi Dakwah (ketrampilan ceramah, khutbah dan MC)
-Komputer Media Studi Islam (bersertifikat)Mahasiswa FAI juga aktif di dunia jurnalis, menjadi pembimbing dan pemateri dikegiatan kampus seperti p2kk, menjadi imam besar di masjid kampus dan beberapa mesjid besar di Malang, serta dipercaya menjadi asisten dosen untuk membina AIK (al-Islam dan Kemuhammadiyahan) di semester akhir.
Mahasiswa FAI juga aktif diberbagai kegiatan organisasi yakni, BEMFA, HMJ syari’ah dan tarbiyah, SEFA, FORSIFA, ALIF, FAGAMA, dan Caliph home.Kerjasama luar negeri
Untuk meningkatkan kualitas akademik, FAI UMM menjalin kerjasama dengan Universitas al-Azhar, Universitas Minia (mesir) dan Universitas Islam Muhammad Ibn Saud, Pemerintah Saudi Arabia, Islamitische Universitas Rotterdam (Belanda), serta akademik pengajian Islam Universitas Malaya (malaysia).sarana penunjang pembelajaran
Adapun sarana penunjang pembelajaran di FAI ialah:
Laboratorium Bahasa Arab
Laboratorium Tarbiyah
Laboratorium Syari’ah
Markaz al-Da’wah wa Khidmat al-Mujtama’ (MDKM)
Perpustakaan Studi Islam
Ruang Kelas MultimediaSeiring dengan perkembangan yang dicapai FAI UMM, secara meyakinkan FAI UMM menawarkan kualitas pengajaran yang kompetitif karena dukungan tenaga pengajar yang professional dan mumpuni dalam bidang kajian masing-masing.Sejarah dan perkembangan FAI-jurusan TarbiyahFakultas Agama Islam (FAI) adalah salah satu fakultas tertua di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM). Ketika Universitas Muhammadiyah Malang berdiri sebagai cabang Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 1964, salah satu jurusan yang pertama berdiri adalah Jurusan Pendidikan dan Pengajaran Agama Islam Fakultas Pendidikan dan Pengajaran (FPP). Dengan demikian, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu cikal bakal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang.Sebagai organisasi keagamaan Islam yang bersifat modernis dan sekaligus sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan, para tokoh Muhammadiyah mencita – citakan manusia ideal yaitu manusia yang mampu mengemban visi dan misi Muhammadiyah. Manusia ideal itu dikonsepkan dalam bahasa yang sederhana tetapi memiliki makna yang mendalam yaitu “ulama yang intelek dan intelek yang ulama “. Atas dasar itulah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang didirikan.

Pada waktu berdiri sampai tahun 1968, pimpinan Fakultas dijabat oleh Drs. Syamsul Kislam sedangkan rektornya adalah Drs. Sofyan Aman. Pada tahun 1968 terjadi peristiwa bersejarah dimana Fakultas Pendidikan dan Pengajaran Universitas Muhammadiyah Malang resmi berdiri sendiri, terlepas dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pejabat Rektor pada waktu itu adalah M. Ridwan Hasyim sedangkan Dekan Fakultas dijabat oleh Drs. Masjfuk Zuhdi.

Pada tahun 1970 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan dan Pengajaran Islam berubah namanya menjadi Fakultas Tarbiyah dan bersamaan dengan ini terjadi pergantian pimpinan. Rektor dijabat oleh Drs. Masjfuk Zuhdi, Dekan Fakultas Tarbiyah dijabat oleh Drs. Imam Hasan dan sebagai sekretaris Fakultas adalah Drs. Tadjab Abdullah. Pada masa ini, dengan adanya pembinaan dan penertiban administrasi perguruan tinggi agama swasta yang dilakukan oleh Departemen Agama, yang tidak membenarkan fakultas – fakultas agama berinduk pada perguruan tinggi di luar wilayah Kopertais yang bersangkutan, maka atas prakarsa Majelis Pendidikan dan Pengajaran Muhammadiyah Wilayah (Mapendapwil) Jawa Timur diputuskan bahwa Universitas Muhammadiyah Malang khususnya Fakultas Tarbiyah ditunjuk sebagai perguruan tinggi induk yang memiliki semacam filial / fakultas jauh di berbagai daerah seperti :

a.  Fakultas Ilmu Agama Jurusan Dakwah (FIAD) di Surabaya

b.  Fakultas Tarbiyah IAIM Kediri

c.  Fakultas Tarbiyah IAIM di Ponorogo

d.  Fakultas Tarbiyah Blitar dan Surabaya

Pada periode berikutnya, Dekan Fakultas Tarbiyah pernah dijabat oleh Drs. H. Slamet AS. Yusuf, Drs. Tadjab Abdullah, Drs. Muhaimin, Drs. Sudiono, Drs. Ishomuddin (1991-1998). Pada tahun akademik 1984/1985, didirikan Fakultas Syari’ah, dengan Dekan yang pada waktu itu dijabat oleh Drs. Addul Madjid, SH. Pada tahun 1993 Fakultas Syari’ah dan Fakultas Tarbiyah digabung menjadi Fakultas Ilmu  Agama Islam (FIAI) dan akhirnya menjadi Fakultas Agama Islam (FAI). Sejak tahun 1998-2005, Dekan Fakultas Agama Islam dijabat oleh Drs. Moh. Nurhakim, M.Ag dan sejak tahun 2005 hingga sekarang Dekan dijabat oleh Drs. Khozin, M.Si.

Dalam rangka membangun kualitas perguruan tinggi yang sesungguhnya (the real university), dari waktu ke waktu Fakultas Agama Islam melakukan terobosan dengan mengembangkan proses pembelajaran dan kelembagaan. Sejak tahun 1990, FAI UMM mengembangkan program pembelajaran Bahasa Arab secara intensif pada tahun pertama perkuliahan. Program ini membekali mahasiswa dengan kemampuan Bahasa Arab sebagai alat untuk mempelajari secara mendalam ilmu – ilmu keislaman. Sejak tahun 1998, dilaksanakan program kembaran (twinning program) antara Jurusan Syari’ah dengan Fakultas Hukum, sehingga mahasiswa yang mengikuti program ini bisa meraih dua gelar dalam waktu yang relatif singkat (5 tahun). Dan, Jurusan Tarbiyah sampai saat ini mengembangkan program Komunikasi Dakwah untuk memberikan kemampuan khusus kepada mahasiswa.

Program – program tersebut didukung oleh sarana belajar, antara lain Laboratorium Bahasa Arab, Laboratorium Media Studi Islam, Laboratorium Tarbiyah, Laboratorium Syari’ah, Markaz Da’wah wa Khidmad al- Mujtama’, dan Pusat Studi Islam dan Filsafat.

Periodesasi Pengembanga Fakultas Agama Islam

Periodisasi perkembangan FAI dapat dikategorikan sebagai  berikut ini :

 Periode Perintisan (1964-1975)

Periode ini betul – betul merupakan masa – masa sulit bagi kepemimpinan Fakultas Tarbiyah. Kesulitan itu timbul antara lain disebabkan oleh : (1). Keterbatasan sumberdaya manusia terutama dosen, (2). Keterbatasan sarana fisik – fasilitas dan keuangan, (3). Kepercayaan dan kemampuan masyarakat yang terbatas, dan (4). Belum memiliki basis sosial yang memadai.

Periode Pertumbuhan (1975-1983)

Pada periode ini Fakultas Tarbiyah dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan infrastruktur maupun suprastruktur. Pertumbuhan infrastruktur seperti semakin tersedianya tenaga pengajar, fisik fasilitas dan kemantapan kelembagaan, sementara pertumbuhan suprastruktur merupakan kebijakan pemerintah, kebutuhan dan daya beli masyarakat terhadap pendidikan tinggi meningkat, basis sosial yang semakin berkembang serta kebutuhan masyarakat (pasaran tenaga kerja terdidik) terus meningkat. Pimpinan Fakultas pada periode ini adalah Drs. Masjfuk Zuhdi yang di kemudian hari menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.

Periode Pembaruan (1983-1998)

Keadaan Fakultas Agama Islam tidak terlepas dari dinamika Universitas Muhammadiyah Malang. Sejak era kepemimpinan Prof. H.A. Malik Fadjar, M.Sc , FAI mengalami pertumbuhan yang pesat baik jumlah dan kualifikasi dosen, karyawan, jumlah mahasiswa, fisik dan fasilitas pendidikan. Sedangkan Dekan Fakultas pada waktu itu adalah Drs. Tadjab Abdullah, Drs. Muhaimin, Drs. Sudiono dan Drs. Ishommuddin, M.Si. Langkah – langkah pembaharuan yang diambil dapat dikelompokkan menjadi tiga langkah :* Pertama, konsolidasi idiil, berupa penyamaan visi, isi, persepsi dan cita – cita seluruh warga civitas akademika tentang keberadaan fakultas, hambatan dan tantangan yang dihadapi, serta gambaran ideal Fakultas Agama Islam di masa depan. Dengan kata lain, konsolidasi ini berupaya membangun mimpi menjadi kenyataan.* Kedua, konsolidasi strukturil, berupa penataan struktur kelembagaan demi tercapainya efisiensi dan efektifitas. Penataan kelembagaan ini disesuaikan dengan dinamika kebutuhan operasional lembaga, dan bukan semata – mata memenuhi tuntutan formal. Sebuah struktur diadakan apabila dipandang fungsional.

* Ketiga, konsolidasi operasionil berupa koordinasi, konsolidasi dan evaluasi langkah – langkah kebijakan mulai dari pucuk pimpinan sampai pada level yang paling bawah.

Periode Pembangunan Kualitas Akademik (1998-2005)

Periode ini disebut juga dengan periode pembangunan pendidikan tinggi yang sebenarnya, pada periode ini seluruh potensi yang dimiliki difokuskan untuk peningkatan mutu akademik baik dalam proses belajar mengajar, penelitian, penulisan buku dan jurnal ilmiah dan penulisan berbagai buku pedoman seperti pendidikan, pembinaan kemahasiswaan, skripsi, laboratorium, KKN dan PPL.

Periode Penguatan Kualitas Akademik (2005-berlangsung sekarang)

Pada periode ini pemantapan kualitas akademik menjadi perioritas. Kompetensi lulusan menjadi perhatian fakultas, jurusan dan program studi. Langkah-langkah yang dilakukan dimulai dari penetapan dosen sesuai jurusan dan program studi, pengembangan jurnal menjadi dua ulumuddin dan progresiva, review kurikulum dua program studi PAI (Pendidikan Agama Islam) dan Al-Akhwal Al-Syakhsyiyah, penguatan fungsi dan peranan laborartorium Tarbiyah dan Syariah termasuk penyusunan panduan dan modul praktikum. Pada periode ini PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) mahasiswa Tarbiyah dan PKL (Praktik Kerja Lapangan) mahasiswa Syariah dilaksanakan oleh kedua laborotorium yang ada.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s